Saturday, 26 April 2014

My Favorite Fashion Blogger

Teknologi dan internet yang semakin berkembang akhir akhir ini, menyebabkan semakin banyak profesi baru yang bermunculan, diantaranya blogger. Menurut kamus Merriam Webster, Blog adalah sebuah situs internet yang berisikan jurnal pribadi seseorang dengan beberapa opini dan pemikiran penulisnya, sementara blogger adalah kata benda bagi orang yang melakukan aktivitas blogging. Selain itu, banyak spesialisasi yang bermunculan di dunia perblogger-an, mulai dari food blogger, travel blogger, beauty blogger, fashion blogger, dan lainnya. Kali ini gue akan membahas secara spesifik mengenai siapa saja fashion blogger favorit gue, mereka adalah...

Technology and internet really has developed nowadays, and it caused the emerge of new kind of job, blogger is one of it. Merriam webster dictionary define Blog as a web site that contains an online personal journal with reflection and coments provided by the writer. There are several specialization on the blogger world, like food blogger, travel blogger, beauty blogger, fashion blogger, and so on. But this time, I will talk about my favorite fashion blogger, and they are...


Luanna Perez adalah seorang fashion blogger dan juga merupakan fashion student yang berasal dari Peru, namun tinggal di New York. Hal yang gue suka dari dia adalah gaya berpakaiannya yang agak gelap, berantakan, dan lebih ke street fashion, ditambah rambutnya yang super duper keren! Dia juga sering muncul di beberapa akun instagram yang fokus membahas style &fashion kaya @lookbook, @ootd, dan sebagainya

Luanna is a fashion blogger and a fashion student, originally from Peru, but living in New York. What I love about her is her dark coloured style, also street fashion style. And hey, look at that amazing hair she has! She's often featured on famous instagram account dedicated to fashion and style like @lookbook, @ootd, and so on.


Sonia Eryka adalah seorang fashion blogger asal Indonesia, dan merupakan seseorang yang multi talenta. Dia juga berkarir sebagai enterpreneur, penyanyi dan fashion stylist! Yang gue suka dari wanita ini adalah banyaknya hal yang dia kuasai, bener bener multi talenta.  Dia memulai debutnya sebagai penyanyi cilik, dan dia juga pernah bermain di beberapa drama (gue belum tau banyak tentang hal ini), selain itu gaya berpakaian & rambutnya pun juga sangat keren!

Sonia Eryka is a fashion blogger from Indonesia. Se is very multitalented person, she's an enterpreneur, singer, and also a fashion stylist! What I love about her is the fact that she's really talented. She started her debut as kid singer, she also played on several drama (I don't really dig information about this). Moreover she's really has cool style & hair!


Elisabeth Paranita adalah seorang fashion blogger dari Indonesia sekaligus fashion retail conceptor, dia juga memiliki toko online yang menjual beberapa aksesoris fashion buatan tangan (bisa dilihat di instagram @lookimnotafluke). Hal yang gue suka dari dia adalah, lagi... karena gaya rambutnya yang oke, ditambah gaya berpakaiannya yang keren dan berwarna! Dia juga sering muncul di beberapa akun instagram yang fokus membahas style & fashion kaya @ootdindo

Elisabeth Paranita is a fashion blogger from Indonesia, also a fashion retail conceptor! She's having online shop which sells handmade accessories (you can visit @lookimnotafluke on instagram). Things I love about her is, again... her amazing hairstyle (or hairdye?), and her cool and colorful style of fashion! She has been featured on @ootdindo instagram several times.


Evita Nuh adalah seorang gadis remaja, tapi sudah berprofesi sebagai fashion blogger, bahkan blognya sudah sangat terkenal hingga mancanegara. Hal ini disebabkan karena dia sudah memulai karirnya sebagai fashion blogger sejak berumur 9 tahun, dan bahkan pernah dinobatkan sebagai salah satu fashion blogger terkmuda oleh situs internasional. Yang gue suka dari gadis ini adalah gayanya yang unik, ya, dengan rambut bondolnya, dia tidak bergaya seperti orang orang pada umumnya. Dengan memadu padankan banyak layer dia menghasilkan perpaduan gaya berpakaian yang unik dan artistik

Evita Nuh is a teenage fashion blogger. Her blog is really famous and she has international reader and featured on france fashion news and magazine several time. This is because she has been blogging since very young age (age of 9). She is awarded as the youngest fashion blogger on the international web at that time! What I love about her is her unique and artistic style, and with her short hair she's really rocking her style!


Diana Rikasari adalah seorang fashion blogger dari Indonesia yang sudah sangat terkenal, gue yakin kalian pasti sudah tahu! Dia memiliki sebuah merk sepatu sendiri dan juga merupakan seorang ibu, iya ibu, dengan muka seimut itu ternyata dia sudah menikah! Hal yang gue suka dari dia adalah gaya berpakaiannya yang seru, playful, dan berwarna

Diana Rikasari is really a famous fashion blogger from Indonesia, I bet you know her! She has her own shoes brand, and she's also a mom! yes, she's already having kid with that cute face! What I love about her is her fun, playful, and colorful style of fashion.


Hint: I'm going to post my favorite travel blogger next time (yeyy)
Bye xoxo

Friday, 21 March 2014

DIY Project: Camera Soft Case (Tutorial)

Halo udah lama sepertinya gue sudah tidak ngeblog :D

Kali ini gue mau ngepost tentang project DIY gue, yaitu soft case kamera. Sebenernya softcase nya belom selesai, tapi nearly done kok, jadi mumpung gue lagi rajin, gue post sekarang aja ya! 

Jadi ceritanya gue lagi pengen beli softcase buat Nikon Coolpix P7100 gue, tapi ternyata di Indonesia belom ada yang jual, karena emang tipe kamera ini ga terlalu beken di Indonesia, kalah saing ama kamera tetangga, yaitu Canon dengan tipe yang mirip mirip gitu. Gue udah liat di kaskus, mereka kebanyakan jual yang buat Canon. Kemudian gue cek di amazon & ebay, dan ternyata ada, tapiiii karna gue ga pernah nyoba beli barang dengan jarak jauh begitu, gue ragu buat beli. Plus I need credit card to pay it, added with shipping fee, the price would be much more expensive. Dan akhirnya gue berfikir, hey kenapa ga coba bikin sendiri aja? Emang ga bisa ngalahin kualitas pabirk sih, tapi lebih baik daripada ga ada kan? So let's check this tutorial out...
Softcase inceran gue


Softcase ini bisa kalian bikin buat kamera digital, ataupun kamera prosumer, pokonya yang bentuk kameranya kotak deh. Kalo kamera kaya mirrorless & SLR tidak bisa, karena bentuknya cukup ribet, untung kamera saya kotak ho ho ho. FYI: this tutorial is made for dummies, cause it's really a simple one :p


WHAT YOU NEEDS:
- 2-3 lembar kain flanel, warna terserah, bisa ditemukan di toko bahan bahan jahit terdekat. Gue pake warna ijo tosca dan kuning
- Strap pelekat, warna sesuai selera (or in my case, sesuai yang ada di rumah)
- Jarum jait
- Benang jait, warna yang disesuaikan dengan kain flanel atau sesuai selera, gue sendiri pake warna hitam.
- Gunting

STEPS:
Persiapan
Ukur kamera anda, kemudian buat polanya di kain flanel. Setelah dirasa cocok, polanya dapat digunting. Polanya gausah ribet ribet, bikin kotak kotak aja untuk bagian depan, belakang, kiri, kanan, dan bawah (bagian atas menyusul) sesuai dengan ukuran kamera kalian, dan lebihin sekitar satu senti untuk jarak menjahitnya. Untuk tahapan ini gue lupa ngefotonya, karena bikin polanya pun udah berminggu minggu sebelum proses penjaitan -.- Dan untuk proses penjahitannya gue cuma pake ilustrasi karena emang enggak difoto hehe ^^v

Jahit tahap awal
Setelah pola sudah selesai, jahit bagian atas, bawah dan depan terlebih dahulu sampe jadi satu bagian kain lurus. Jika sudah selesai, tambahkan pola kiri kanan ke salah satu potongan pola atas/bawah.
Jahit dengan urutan seperti ini

Jahit tahap lanjutan
Bagian ini adalah bagian yang cukup sulit. Pada tahap ini kita akan membuat pola menjadi bentuk persegi (tanpa tutup). Sehingga kita harus menjahit bagian kiri pola nomor 2 ke bagian bawah pola nomor 4, dan bagian kanan pola nomor 2 ke bagian bawah pola nomor 5. Lihat ilustrasi dibawah, jahit di bagian yang berwarna merah
Jahit mengikuti tanda panah
Kemudian, jahit lagi bagian kiri pola nomor 3 ke bagian kiri pola nomor 4, dan bagian kanan pola nomor 3 ke bagian kanan pola nomor 5, lihat ilustrasi
Jahit mengikuti tanda panah

Jahit tahap akhir
Setelah melewati bagian ini, balik hasil jahitan kalian dan voila... kalian akan mendapatkan softcase kalian tanpa penutupnya. Pada bagian ini, kalian bisa mencoba memasukan kamera kalian ke soft casenya, kalo udah pas, lanjutkan, kalo belom pas di pasin dulu (this is the toughest part, I've been doing this step over and over)
Anggep aja belom pake tutupp ya hehe

Namun ada hal yang harus diperhatikan, diantaranya jahitan di bagian sudut/ujung, kalian harus memastikan jahitan di bagian ujung terpasang dengan kuat agar tidak lepas. Supaya lebih yakin kalian bisa menjahit bagian ujung ujungnya dua kali.
Jahit bagian sudut sudutnya dua kali
Kemudian, buat pola penutupnya, tentu bagian penutup harus lebih panjang. Jangan lupa diberi sedikit lekukan di kedua sudut agar jadi lebih menarik, atau sesuai kreatifitas kalian. Kemudian jahit ke softcase yang sudah setengah jadi tadi

Setelah selesai, sekarang tinggal menjahit strap pelekatnya. Satu di bagian depan badan softcase dan satu di bagian dalam penutup. Dan jadiiiiii.....


Walaupun kelihatannya mudah, tapi ternyata ngerjain beginian menguras tenaga juga loh. Dan sekarang silakhan nikmati hasil karya kalian. Oiya jika kalian ada mesin jahit dirumah, lebih baik pakai mesin jahit karena hasil jahitannya lebih rapih dan kencang.

BEFORE
AFTER

Oke kenapa gue bilang softcase ini belom selesai? Liat kan bekas jahitan kotak di penutupnya? I kind of annoyed with that! I planned to make additional accessories to hide it. Tapi belom beli bahannya, mau nambahin nempel kain flanel yang udah ditempel mata dan senyuman, gonna update with the photo after done it :D

Oiya saran gue beli kain flanelnya yang bagusan, kain flanel yang gue pake sepertinya gampang kendor :( Terus setelah kalian punya softcase ini, jangan lupa buat tetep simpen kamera kalian di dalam tas kamera ya! Karena tetep aja softcase ini cuma temporary case. For me, I will use this softcase when I travel with camera hanged around my neck, so the camera won't get any scratch if it bumped. Oke ciaoooo dulu yaaaah xoxo


Regards
Mia

Sunday, 27 October 2013

urban amusement


Semester ini kuliah gue sebenernya sedikit, tapi gue juga mulai ngerjain skripsi, jadi life is so... so.... Akhirnya gue ngerti kenapa mahasiswa tingkat akhir itu suka galau! jadi, ceritanya gue udah mulai ngerjain skripsi semester ini (proposal penelitian), semoga gue bisa lulus tepat waktu! BIG AMEN!!!!

And in the middle of those daze days, me and friends got an idea to refresh our mind, that's going to amusement park. Jadi ceritanya ada amusement park yang baru buka, yaitu Jungleland, yang lokasinya di Sentul.

gerbang masuk Jungleland

Dan pas sampe sono, kita kaget! kenapa? unlike other amusement parks, jungleland itu sepiiiii banget. Mungkin karna baru buka dan belum terkenal juga. Pokoknya kita bisa main ampe puas banget disono, selesai main bisa langsung main lagi, bahkan dalam satu permainan isinya cuma kita kita aja, jadi kaya di film korea ha ha ha! Lee min ho mana min hoooo!!!! so bad that i miss the carousel! karna sepi jadi ga seru juga kalo pulangnya kemaleman, jadi ngeri sendiri kali ya kalo di tempat ini sampe malem, padahal naik carousel malem malem sounds like fun!



some of the rides

Yang lucu dari amusement park ini adalah nama permainannya, jadi semua nama permainannya itu pake bahasa sunda. Kalo di dufan namanya kicir kicir di sini namanya hihiberan, bom bom car jadi tubruk tubruk hi hi hi. Overall menurut gue amusement park ini bisa jadi tambahan pilihan buat masyarakat ibukota, karena setau gue amusement park cuma ada di Jakarta aja, kalo di Bandung kan masih kejauhan, so lokasi amusement park di sentul adalah pilihan yang baik karena jauh dari keramaian dan ga terlalu jauh juga dari Jakarta. Dan yang menyenangkan, di amusement park ini ada musium science, disitu ada miniatur dinosaurus yang gerak gerak, sehingga dari jauh keliatan kaya beneran (beserta suara groar groarrrnya). Di dalam musium science nya kita bisa belajar sambil bermain



 di dalam science museum

and after refreshing our mind, it's time to back to reality! saatnya mengejar ngejar dosen pembimbiiiiiing. Kalo dipikir pikir, bener juga ya dulu waktu ospek dikasih tugas ngejar ngejar tanda tangan senior dan teman temannya, buat laithan ngejar dosen pas udah jadi mahasiswa tingkat akhir :D wkwkwk gak? *kriuk*

Sunday, 21 July 2013

Setelah lulus mau jadi apa?



Gue adalah mahasiswa jurusan geografi dari salah satu kampus negeri di Depok. Sekarang gue udah mau semester 7, dan rencana semester depan mau mulai bikin skripsi. Jadi gue sedang dalam masa galau dalam menentukan karir gue nantinya. Jurusan geografi memang bukan jurusan umum dan banyak diminati oleh masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia. Tapi menurut gue jurusan geografi itu ilmunya luas banget, karena geografi itu mempelajari baik gejala dan fenomena fisik maupun sosial yang ada di bumi. Sedangkan lo tau sendiri, fenomena fisik di bumi aja udah banyak ngets, terus di tambah fenomena sosialnya lagi. Makanya menurut gue sebenernya prospek kerja lulusan geografi itu cukup luas, apalagi semenjak dikeluarkannya undang undang Geospasial kemaren.......(baca lebih lanjut tentang UU Geospasial disini) . Bahkan di setiap pemda katanya harus punya tenaga ahli pemetaan. Sedangkan jurusan geografi di Indonesia itu cuma ada di tiga Universitas (UI, UGM, dan UNNES). Jadi lulusan geografi kalo masalah ketersediaan lapangan pekerjaan menurut gue ya banyak lah. Eh tapi hal ini jangan bikin kita jadi lengah juga loh, sebagai lulusan geografi kita harus benar benar menguasai ilmu spasial, karena kalo masalah bikin peta mah banyak juga anak anak jurusan lain yang bisa bikin peta, kaya teknik sipil, geodesi, bahkan anak fasilkom.


Tapi karena bidang geografi yang luas ini, lo harus nentuin lo mau minatnya ke mana. Beda dengan geografi di kampus sebelah yang udah jadi Fakultas, jurusan geografi di UI itu ga ada peminatannya. Tapi mata kuliah yang lo ambil nantinya ya harus lo sesuain ama minat lo. Contohnya gue, gue itu ga terlalu minat ama geografi fisik, tapi lebih minat ke geografi sosial dan sistem informasi geografis, maka mata kuliah yang gue ambil ya disesuai ama minat gue (contohnya geografi perkotaan, transportasi, industri, Penginderaan Jauh Radar, dsb). Atau yang peminatannya geografi fisik, ya ambil mata kuliah yang berbau fisik kaya (bentang alam karst, geografi pesisir, dsb). Kalo waktu masih awal awal kuliah, karena geografi UI masih masuk ke fakultas  MIPA, jadi kita masih belajar matematika, kimia, fisika, dan biologi selama dua semester... heuuuu... males banget kan? Nah semester semester awal ini nih yang suka bikin anak geografi galau dan merasa jurusannya ga jelas, karena belajar geografinya masih sedikit banget. Tapi semakin masuk semester tua, ya udah makin terarah biasanya.

Nah gue sebagai mahasiswa bangkotan, harusnya sih udah punya peminatan yang spesifik nih, apalagi semester depan pan mau nyusun skripsi. Setelah gue mengikuti beberapa mata kuliah, akhirnya gue memutuskan akan menekuni bidang geografi perkotaan. Kenapa? karena seru aja kayanya (jawaban yang enggak banget). Hahaha. Oke gini deh, mungkin salah satu alasan gue pengen fokus di bidang perkotaan salah satunya karena negara indonesia itu adalah negara berkembang, dan kota kota di negara berkembang itu karakteristiknya beda ama yang ada di negara maju, jadi banyak masalah yang ada di perkotaan negara berkembang yang belom terpecahkan. Nah gue pengen jadi salah satu orang yang fokus untuk membangun perkotaan Indonesia gituh, biar kota kota di Indonesia lebih user friendly gitu lah (gila berat banget nih). Nah setelah gue tau peminatan gue dimana, akhirnya gue mulai berfikir lagi, peminatan gue ini cocoknya di lapangan pekerjaan mana ya? Kalo menurut keluarga gue itu, jadi PNS adalah pekerjaan terbaik bagi wanita, soalnya pekerjaannya stabil. Tapi gue sendiri belom yakin mau jadi PNS apa engga. Gue pernah magang di beberapa instansi pemerintah kaya BMKG, dan sekarang lagi magang di BPN. Kebanyakan sih tiap magang itu di divisi yang bikin peta. Setelah ngerasain bikin peta dan beberapa kali ikut proyekan yang bikin peta juga, gue jadi enek ama yang namanya bikin peta. Karena bikin peta itu adalah pekerjaan yang membutuhkan kesabaran dan ketelitian (ketauan orangnya ga sabar dan ga teliti). Kalo bikin petanya sedikit sih gapapa, lah kalo banyak? Belom lagi kalo skalanya besar besar... hadeeeeeh bisa belekan ini mata. Jadi intinya gue sih kurang menyukai kerja di bidang pemetaan, maunya ya itu di bidang yang berbau ama perkotaan. Sebenernya ga bisa di pungkirin sih kalo jadi geografer itu memang peta merupakan senjata utama kita. Dan kerjaan di bidang pemetaan bukan cuma bikin peta doang kok (operator), bisa juga di bagian analisis atau programmer-nya. Tetapi gue sih emang maunya di bidang yang berbau perkotaan gitu, gue juga masih bingung mau di bagian apanya, karena belom dapet gambaran kerja di bagian perkotaan itu kaya gimana.... apakah seperti di bagian perencanaan wilayah??? Atau lebih ngurusin ke kebijakannya?? Apakah mau di swasta?? Ataukah ingin menjadi PNS??? Haruskah ku lari ke hutan, dan menyanyiku? Atau lari ke pantai, dan teriakku? (salah fokus....). Sebenernya sih kalo ada kesempatab pengennya kerja di organisasi internasional kaya PBB gituh..... tapi mari kita lihat nanti saja, where this foot brought me to



oke segini dulu tulisan gue kali ini, semoga kalian yang baca juga bisa semakin nentuin kalo udah selesai kuliah nanti mau jadi apa... Selamat mencari tahu panggilan hidup kalian :D

Saturday, 20 July 2013

Kondisi Angkutan Umum di Jakarta

Kali ini gue mau nulis tentang angkutan umum di Jakarta. Kota megapolitan Jakarta sebagai ibu kota Indonesia, sudah pasti memiliki permasalahan yang sama dengan kota kota besar lainnya di dunia, yaitu kepadatan penduduk. Menurut data BPS, Jakarta yang luas daratannya sekitar 661,52 km² itu memiliki jumlah penduduk 10.187.595 jiwa (2011). Kalau kita menggunakan rumus kepadatan penduduk (luas wilayah dibagi jumlah penduduk), berarti setiap orang di Jakarta rata rata itu cuma mendapatkan ruang sebanyak 0,065 m! tentunya angka itu bukan angka eksplisit ya, yakali! buktinya masih banyak rumah rumah gedongan di Jakarta. Ya persebarannya emang ga merata, ada yang rumahnya gede banget atau seuprit banget, jumlah itu juga dipengaruhi ama banyaknya hunian vertikal (rusun, apartement, dsb) di Jakarta. Oke lanjut ke masalah utamanya, jadi dengan penduduk yang sebanyak itu, Jakarta memiliki masalah baru, yaitu transportasi. Pastinya sekumpulan manusia manusia yang ada di Jakarta itu juga butuh melakukan aktivitas dong, ada yang ke sekolah, kerja, nongkrong nongkrong, dsb. Untuk melakukan aktivitas dan mobilisasi mereka, banyak diantaranya yang menggunakan angkutan umum. Pengguna angkutan umum di Jakarta juga bukan orang Jakarta doang loh broh, tapi juga ada orang orang dari kota kota sebelah (Bodetabek) yang numpang mencari sesuap nasi dan segenggam berlian di ibu kota ini. Jadi bisa bayangin dong, ada lebih dari 10 juta orang yang melakukan mobilitas di Jakarta, ngeri cuy! Gak heran deh Jakarta dikenal akan kemacetannya.
 Kondisi Jalanan Jakarta

Tapi kita liat gimana kondisi angkutan di Jakarta yuk, gue akan sebutin kelebihan dan kekurangan angkutan umum di Jakarta. Oiya hal ini merupakan opini gue sebagai pengguna angkutan umum belaka, pendapat orang bisa berbeda beda..... Angkutan umum di Jakarta itu bisa dibedain menjadi:

1. Kereta
Kereta yang ada di Jakarta itu menggunakan jalur kereta peninggalannya Belanda. Kereta ini mencakup wilayah Jabodetabek, dan dikenal dengan KRL Jabodetabek/CL Jabodetabek. Kereta yang dimiliki oleh PT. KAI (Kereta Api Indonesia) ini merupakan salah satu transportasi andalan warga Jabodetabek. Pasalnya kereta ini memiliki fasilitas yang cukup nyaman (mayoritas ber-AC), dan juga menjamin penumpangnya untuk terhindar dari macet (terhindar dari macet loh ya, bukan terhindar dari maintanance kereta, kereta mogok, dsb :p). Terlebih lagi dengan diberlakukannya tarif progresif awal juli lalu, yang membuat harga kereta semakin murah, tentunya kereta ini makin digandruing oleh para komuter komuter Jabodetabek. Namun menurut gue, KRL ini juga punya kelemahan, kelemahan yang paling mencolok menurut gue adalah frekuensi kehadiran keretanya. Yah gue tau sih kereta ini cuma kereta listrik biasa. bukan MRT yang jalannya bisa lebih cepet. KRL kan banyak banget tuh peminatnya, apalagi KRL yang ke Bogor dan Depok, jadi saking penuhnya kereta, kadang pintu keretanya sampe ga bisa ketutup. Hal ini tentunya akan membahayakan penumpangnya, belom lagi penumpang yang di dalem gencet gencetan. Gue ngerti kenapa mereka mau gencet gencetan di dalem, karena mereka pikir "kan cuma bentar ini naik kereta, ga pake macet, daripada gue tua di jalan, mending gue gencet gencetan bentar deh!" Namun kadang kadang kereta suka mengalami gangguan, yang menyebabkan terhambatnya jadwal kereta di belakang belakangnya. Nah kalo udah kaya gini nih yang parah, bikin kereta yang dibelakangnya makin penuh. Jadi lebih baik PT KAI juga mulai fokus pada maintanance fasilitas keretanya. Walaupun itu pake kereta bekas Jepang, tapi gue yakin kok kalo dirawat dengan baik bisa digunakan dengan maksimal juga. Tapi beberapa minggu lalu gue kembali nyobain naik KRL, waktu itu dari stasiun juanda menuju bekasi, dan gue kagum akan frekuensi keretanya yang cepet, gue nunggu cuma 10-15 menit waktu itu (jam pulang kantor, gatau kalo jam lain). Namun yang gue sayangin kenapa perasaan di jalan lama banget ya, gue sampe di stassiun bekasi ga sesuai ama jadwal yang ada, tapi lebih lama. Mungkin ini kelemahan KRL lainnya, mereka masih ngegunain jalur kereta yang sama ama kereta Jawa. Jadi kadang harus rebutan jalur, yang bikin kereta main tunggu tungguan.
KRL Jabodetabek

2. Busway
Busway di Jakarta adalah bus dengan fasilitas yang cukup baik, yang berjalan di jalur sendiri. Ya memang ada beberapa busway yang udah jelek fasilitasnya, tapi menurut gue itu masih mending lah. Frekuensi busway sendiri menurut gue cukup banyak dan sering lah. Seharusnya Busway ini jadi trasportasi unggulan anti macet warga Jakarta dong? Tapi ternyata engga, masih banyak kendaraan pribadi yang nakal melewati jalur busway kalo macet, otomatis busway pun kadang masih suka ikut ikutan macet. Kali ini  juga ada hal lain yang pengen gue bahas dari sisi busway, yaitu APTB (Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway). Gue pernah beberapa kali nyobain naik APTB, ternyata lebih cepat dari bus biasa (mungkin karena pas udah masuk Jakarta dia langsung masuk jalur busway). Tapi kelemahan APTB ini adalah tiketnya yang berbeda tiap operator, jadi tuh ternyata ada dua operator bus buat APTB yang ke bekasi, yaitu PPD dan M*yasari. Jadi kalo gue naik busway gue harus menerka nerka bus operator mana yang lewat duluan, padahal frekuensi nunggu APTB itu kurang lebih setengah jam, jadi kalo lo salah perhitungan ya lo akan ngabisin waktu sekitar sejam buat nunggu bus doang... hadeeeeh! Padahal angkutan umum itu seharusnya terintegrasi, lah kalo kaya gini cara mainnya, dari sisi mana keterintegrasiannya itu????? tsk --> gue nulis ini subjektif, karena gue pernah ngerasain ditinggal APTB M*yasari dua kali karna beli tiket PPD hiks

 Jalur busway yang suka dilewatin ama kendaraan lain, meh

 Busway yang punya jalur sendiri
Seharusnya kaya begini yang bener, jalurnya gaada yang masukin selain busway, karna angkutan umum harus dinomor satukan

3. Bus
Bus di Jakarta umumnya dioperatori oleh M*yasari, tapi ada juga sih kaya L*ju Utama, Agr* Mas, dsb. Tapi jelas May*sari jadi pemain utama di jalanan Jakarta dalam kategori Bus. Yang memprihatinkan dari bus ini adalah kondisinya yang rata rata udah jelek. Tapi akhir akhir ini gue udah jarang sih liat bus M*yasari non AC yang rongsokan, kayanya M*yasari udah mulai bertahap mengganti bus rongsok lamanya. Kadang suka sebel banget kalo naik bus m*yasari AC, tapi rasa non AC karna AC-nya ga nyala. Malah menurut gue mending naik non AC sekalian, paling engga naik non AC ada jendela yang bisa membuat kita merasakan semeriwingnya angin yang penuh dengan polusi Jakarta. Lah kalo di bus AC yang ketutup gitu tapi AC-nya mati, bisa bayangin kan? keluar keluar mandi keringet, Tsk! Kelemahan lainnya, ada beberapa rute bus yang frekuensi busnya sedikit, lah lo bayangin aja kalo mau ke kantor ato ngampus ngabisin waktu sejam buat nunggu bus doang? Gimana kagak bete? Ditambah lagi harus ngabisin waktu macet di jalan-nya, bisa lo bayangin berapa lama waktu yang lo abisin untuk sampe tempat tujuan?
Bus M*yasari, kiri non AC, kanan AC

 4. Mikrolet
Mikrolet di Jakarta atau kita sebut dengan Agkot menurut gue sih fasilitasnya fine fine aja, walaupun ada juga beberapa angkot yang rongsokan, tapi overall gue liat sih masih standar lah. Mungkin karena jarak tempuh yang dilaluin Mikrolet ga terlalu jauh jadi gue ga terlalu complain. Cuma mungkin harus ditingkatin kualitas kebersihannya, kita sebagai pengguna juga jangan buang sampah di angkot yuk! Selain itu kelemahan angkutan umum ini adalah rawannya kejahatan, banyak juga kejadian kecopetan di angkot, tapi bukan ini yang mau gue bahas, yang mau gue bahas adalah sekarang lagi sering banget kejadian pemerkosaan di angkot. Jadi ternyata supir supir mikrolet ini banyak supir liar juga, yang pekerjaan utamanya bukan supir, jadi kita sebagai pengguna harus hati hati. Namun beruntung katanya sekarang Jokowi udah mulai melakukan sidak (pemeriksaan mendadak) kepada supir supir angkot liar ini, dan banyak supir yang udah diharusin pake seragam selama mengendarai mikroletnya.
Mikrolet

 5. Metromini, Kopaja, dan bus bus sedang lainnya
Kalo moda trasportasi yang satu ini sebenernya gue jarang naikin. Tapi dari pengamatan gue, ini adalah moda trasportasi terjelek di Jakarta. Cuy rata rata metromini ama kopaja itu tuh udah rongsokan semua, belom lagi di rute rute yang banyak peminatnya. Kalo penumpangnya sedikit, dan jarak tempuhnya pendek sih fine fine aja naik metromini, tapi kalo kebalikannya? pasti penumpangnya harus desek desekan, panas panasan, ditambah macet macetan di Jalan. Gak heran kalo banyak kejadian kemalingan, penjahat seksual, dsb di angkutan ini. Ada juga bus bus mini lain yang di operatorin ama d*borah, jurusan depok lebak bulus kalo ga salah, ini tuh minibus yang frrekuensinya dikit banget, kadang suka kasian liat temen yang nunggu deborah ampe berjam jam, another tsk! Sejujurnya minibus, mikrolet, ato kopaja itu adalah jenis angkutan umum yang paling gue sebelin di Jakarta, karna ketidaknyamanannya tentunya. Tapi mau gimana lagi, minibus ini penting banget dan berperan besar buat lewatin beberapa jalanan jakarta yang kecil dan susah dilewatin bus, serta mampu mengangkut dalam jumlah yang cukup banyak juga.
Metromini yang ada pengamennya

6. Ojek, Bajaj, dsb
Nah alternatif angkutan lainnya adalah ojek dan bajaj, angkutan ini lebih enak dipakai kalo jarak tempuhnya pendek, selain itu kedua angkutan ini umumnya lebih cepat, mungkin karena bodinya yang kecil jadi bisa nyelip nyelip. Gue sih seringan make ojek kalo mau ke dalem perumahan, atau ke kampus kalo mau buru buru. Kalo bajaj, gue pernah naik beberapa kali, dulu waktu SMA juga naik bajaj kalo udah telat. Kekurangannya? berisik cuy, ngobrol di bajaj harus teriak teriak kaya orang di hutan, buseng dah! Tapi ada sih bajaj yang udah enak kaya bajaj BBG, yang suaranya lembut, selembut hati akyuh eheheh.... Sayang BBG ini jumlahya masih kalah banyak ama bajaj orange ala india yang asep knalpotnya bikin geleng geleng kepala itu, another Tsk momment!

Bajaj di jalanan Jakarta

Kelihatannya orang diatas buru buru mau ke kantor naik ojek

Yak jadi begitulah kondisi angkutan umum di Jakarta, masih banyak hal hal yang perlu diperbaiki. Menurut gue selama ini kondisi kemacetan di Jakarta itu ya karena fasilitas angkutan umum di Jakarta itu belom memadai. Mereka merasa insecure dan ga nyaman kalo naik angkutan umum, makanya naik mobil sendiri, walaupun ada sebagian kalangan yang naik mobil karena merasa dirinya akan lebih kece, another Tsk momment! Orang orang kaya gini yang bikin gue sebel nih, biasanya mereka satu mobil isinya 1-2 orang! ewh! orang orang kaya gitu tuh yang bikin jalanan macet, super ewh! Ada juga beberapa kalangan yang menganggap naik angkutan umum itu mahal, sehingga setelah mereka berhitung ternyata lebih murah kalo naik motor sendiri. Jadi seharusnya ini menjadi pekerjaan rumah besar buat pemerintah memperbaiki fasilitas angkutan umum di Jakarta, eh engga deh di Jabodetabek juga, karena macetnya Jakarta juga diakibatin ama orang orang bodetabek juga toh? Gue yakin kok banyak orang orang waras di Jakarta yang mau naik angkutan umum kalo fasilitasnya memadai, nyaman, aman, gaada pengamen, preman, tukang minta minta, dsb (gue bukan sebel ama keberadaan mereka, tapi menurut gue angkutan umum itu bukan tempatnya pengamen).

Gue juga setuju banget ama rencana pemerintah buat ngebangun MRT, Monorail (mencakup wilayah bodetabek juga loh! cihuy), Electronic Road Pricing, kenaikan tarif parkir, dsb. Pokonya menurut gue kendaraan pribadi itu jangan sampe difasilitasin, dibikin enak dan user friendly, itu malah bikin banyak peminatnya. Coba liat aja pembangunan tol baru, kredit kendaraan yang makin gampang, tarif parkir murah, terus dapet subsidi BBM lagi (dulu), gimana gak keenakan tuh pengguna kendaraan pribadi? Seharusnya pemerintah kasih subsidi yang besar buat angkutan umum, supaya pengguna kendaraan pribadi mesti mikir dua kali buat bawa mobil/motornya, lahan parkirnya juga dikurangin dan dibatasi (kayak di Amerika, ada batasan waktu lama parkir), terus bayar tol kendaraan pribadi dimahalin, ada ERP di jalan jalan yang ramai kaya Sudirman, Thamrin, Gatot Subroto, Pancoran, dsb, beh mantep tuh! Gue jamin kalo kaya gitu mereka lebih milih naik angkutan umum, wong kalo mau naik kendaraan sendiri mahal, terus susah cari parkir lagi! Oiya dalam pembangunan fasilitas angkutan umum juga harus diperhatiin integrasinya antar moda-nya, misalnya kalo mau bangun monorel ya yang terintegrasi ama jalur mikrolet gitu, terus dari keluar monorail sampe mau ke tempat mikroletnya, dibikin jalanan khusus kaya terowongan bawah tanah yang di Stasiun Kota gitu. Pokonya bikin angkutan umum itu sangat sangat user friendly deh (kaya komputer aja). Pokonya gue dukung pemerintah buat bangun MRT ama Monorail, pasti kalo kedua itu udah ada, plus perbaikan layanan angkutan lainnya (mikrolet, metromini, dsb), pasti Jakarta Baru yang kita impikan benar benar terwujud. Buat warga Jabodetabek juga, yuk mendukung program pemerintah dengan naik angkutan umum, kan keuntungannya buat kita kita juga :) Malu ih ama negara tetangga kaya Malaysia, Thailand, Philippines (gue gamau nyebut Singapore, karena mereka udah jauh beyond us :p). Negara negara itu kan sama sama negara berkembang, bahkan Thailand dulu belajar sistem jalur tol ama Indonesia. Masa mereka udah punya MRT/Monorail, kita beluman? Ini bukan masalah gengsi gengsian aja sih, tapi c'mon guys, masa kita mau begini terus, macet macetan terus? Gue sih kalo Jakarta masih gini gini aja, mending cari kerja di luar Jakarta. Gue sayang ama badan gue soalnya, macet macetan bikin stress dan merusak kesehatan loh

Maaf ya kali ini tulisan gue agak panjang, hehe ^.^v

Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Daerah_Khusus_Ibukota_Jakarta
gambar gambar dari google, lupa dari mana aja, maaf ya yang merasa gambarnya gue ambil